Intertwined

ss

Title : Intertwined || Author : Quimbkee || Rate : PG-15 || Length : Fluf|| Genre : School-life , Friendship || Cast’s : You,  Xi Luhan [EXO]|| ||  Disclaimer : Inspired by my own experience and the other things || Note : Your POV

Aku merasa tersanjung saat mereka mengatakan kami pasangan yang cocok

**

Aku masih disini. Di sebuah ruangan terkecil tepat di samping panggung sekolah. Acara festival budaya akan di selenggarakan dua hari lagi. Dan, aku tidak begitu antusias dengan acara yang membuat seluruh—kecuali Sooyeon dan Sooyoung, teman-teman di kelasku bersorak gembira menyambut hari itu.

Aku melihat jam berwarna pink metalic yang melingkar ditanganku. Sudah sore, dan aku masih berada di sekolah saat hari Minggu? Oh, aku bukan siswa rajin sama sekali.

Jadi, kenapa aku harus berada di sekolah di saat hari kesukaanku—hari dimana aku bisa menonton anime favoriteku di kamar?

Ini masalahnya.

Acara Festival Budaya.

Menurutku tidak begitu penting dan hanya buang-buang waktu saja. Kenapa guru Jung begitu bersemangat menyambut acara ini setiap tahunnya?

Yang aku ketahui, setiap kelas wajib menampilkan sesuatu untuk acara tersebut. Seperti penampilan dan menjajakan beberapa makanan dan minuman.

MEMBOSANKAN.

Kelasku juga tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk berseni. Para yeoja sibuk berlatih tarian kipas dengan pakaian dan make up yang engh.. mencolok. Dan aku bersyukur tidak mengikuti mereka.

Aku bukannya tak pandai menari. Tidak. Jika boleh sedikit menyombongkan diri, aku adalah yeoja yang paling keren dan ahli jika berurusan dengan dance, dan teman sekelasku mengakui itu.

Aku memang tak pernah satu kalipun menunjukkan bakatku itu secara terang-terangan di sekolah, hanya pada teman sekelaskulah aku bisa mengeluarkan bakat terpendamku—mungkin,

Aku melirik sekali lagi jamku dan menoleh ke jendela dan menatap langit yang masih cerah padahal sudah sore, sepertinya cuaca sangat bersahabat hari ini.

Aku melangkahkan kakiku tanpa aku arahkan. Otakku sudah terlalu hafal jalan menuju rumah hingga aku tak perlu berpikir lagi dan membiarkan kedua kakiku melangkah seenaknya.

Udara dengan kesepian memang yang terbaik. Aku bisa merasakan angin yang menyejukkan dengan suasana yang mendukung. Sepi. Sangat jarang aku mendapatkan waktu-waktu indah seperti saat ini.

Namun, telingaku sepertinya mendengar suara musik. Tunggu dulu, ini. Bukankah ini lagu kesukaanku? Siapa yang memutarkannya saat sekolah sudah sepi dan ingat ini hari Minggu. Akhir pekan.

Aku mencari dengan bola mata yang memutari sekeliling tempat. Aku melihat di salah satu kelas yang aku tahu itu adalah kelas 3-1. Dengan menajamkan penglihatanku, aku melihat seorang namja menari dengan lihainya di atas sana—kelas 3-1.

Aku tak bisa terlalu jelas melihat gerakannya, aku hanya melihat gerakan tangannya yang melambai-lambai. Dan saat aku kembali menajamkan mataku, bukankah dia itu

Xi Luhan?

Ya, sepertinya dia memang Luhan. Namja itu adalah ketua kelas menurut nformasi dari ketua kelasku. Yang aku tahu ia menyukai dance. Bahkan, namja itu sudah menyandang status jawara di beberapa perlombaan. Dan, satu hal yang aku ketahui tentang Luhan adalah ia memiliki hobi yang persis sama denganku. SAMA PERSIS!

Aku tak yakin juga. Karena Luhan termasuk namja pendiam dan lugu. Terbukti, saat kami kelas dua, saat itu aku belum tahu wujud rupa seorang Xi Luhan.

Hari itu guru Cha membagikan sebuah cerita karangan siswa lainnya dan menyuruh kami untuk membuat unsur-unsur yang terdapat dalam cerita tersebut. Awalnya kelas terlihat wajar saja. Namun, saat punya Xi Luhan jatuh ketangan Sangmin, kelas mulai gempar.

Bagaimana tidak?

Namja bernama Xi Luhan itu dengan pedenya membuat cerita yang benar-benar konyol, aneh dan hahaha benar-benar mengocok perutku.

Dan saat pulang sekolah. Aku dan teman-temanku tanpa sengaja bertemu dengannya yang tengah duduk-duduk dengan beberapa teman-temannya. Dan sebuah suara dari Sangmin pun keluar.

“Luhan-a, aku mencintaimu. Hahahhahaha”

Lalu  Soobin pun menyela “Hahaha, aku tak pernah membayangkan bahwa ada juga fanboy yang terlalu over dosis sepertinya. Luhan-a”

Aku dengar mereka tertawa puas saat itu juga. Aku juga ikut menahan tawa. Namun, aku menjadi sedikit kesal dengan kelakuan temanku pada Luhan. Aku melihat Luhan segera beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja. Aku sedikit…kasihan padanya.

Aku merasa Luhan tidak masalah jika dia seorang fanboy. Bukankah, aku juga seorang fangirl? Bedanya hanya karena dia namja dan kami yeoja hingga Luhan harus diledek seperti itu?

Tidak adil.

Aku tersentak dari lamunanku saat Luhan dan matanya menatap tepat ke manik mataku. Aku terkejut dan mencoba mengendalikan diri. Apakah ia akan berpendapat bahwa aku baru saja terpesona padanya? Jangan sampai.

Ah, sebaiknya aku pulang saja!

===

Hari itu tiba. Hari Festival Budaya.

Aku hanya mengenakan seragam sekolah lengkap tanpa embel-embel pakaian lain yang ikut menyertai. Aku terlalu malas untuk tampil beda. Ya, hari ini termasuk hari ajang untuk tampil beda, karena siswa-siswi di perbolehkan mengenakan pakaian bebas.

Aku pergi untuk melihat stand kelasku. Ya, aku ikut menjajakan makanan dan minuman dan kelasku memilih Ramyeon dan Bubble Tea sebagai menu utamanya.

Aku melirik-lirik seluruh siswa yang hadir. Yah, mereka semua tampak berbeda dengan balutan dress untuk yeoja dan kemeja yang berwarna-warni untuk para namja.

Aku bahkan dapat melihat Jongdae begitu tampan dengan kemeja yang ia kenakan. Ah, dia memang selalu tampan.

Stand kelas kami begitu terpojok dan aku ragu bahwa akan ada yang melirik ke arah stand yang benar-benar dipenuhi dengan gambar-gambar lucu buatan Han Ni.

Aku benar-benar tidak antusias. Aku sudah tahu apa yang akan di tampilkan setiap kelas dan tidak ada yang menarik apalagi spesial.

Aku berjalan ke sebuah ruangan di samping panggung. Bukan, ini bukan bakcstage ini adalah sebuah ruangan penyimpanan kursi penonton, tapi juga bisa sebagai jalan ke panggung. Begitulah.

Aku memutar beberapa lagu kesukaanku dan menari dengan senangnya tanpa takut ada yang menganggu. Tidak mungkin ada orang lain yang masuk kesini saat acara mulai heboh. Paling-paling hanya teman sekelasku yang memang berdekatan dengan ruangan ini.

Aku menari kesana-kemari. Memutar musik kesukaanku dengan volume full, menggoyangkan badan dan aku merasa puas dan bahagia.

Bahagia karena bisa menari dengan sebebas ini.

Namun, seseorang mengagetkanku.

Seseorang yang mengenakan kemeja putih kelonggaran, sepatu kets yang berwarna hitam putih yang lucu, tas sandang hitam dipunggungnya dan tak lupa sebuah kacamata berlensa bertengger hidungnya.

Ya Tuhan.

Dia melihatku menari?

Dia melihatku!

Xi Luhan melihatku menari!

Bagaimana ini?

Aku segera mematikan music playerku dan berpura-pura tak tahu dengan apa yang baru saja terjadi.

Otakku sibuk berpikir keras. Apakah Luhan tadi melihatku dari tadi? Mengapa dia kesini? Apa ia kesini karena mendengar lagu kesukaannya terputar? Atau—

“Aku mau ke panggung. Aku memang akan lewat disini tapi aku tak tahu kau ada disini”

Luhan seperti seorang peramal yang bisa membaca pikiranku. Namja itu berkata tanpa aku bertanya terlebih dulu.

Aku mengangguk. Aku tak bisa melakukan apa-apa lagi. aku terlanjur malu sekarang.

Aku melihatnya dengan ekor mataku saat Luhan pergi ke belakang panggung. Aku terdiam. Apa ia akan tampil? Yang aku tahu kelas Luhan baru saja tampil. Apa mereka menyiapkan beberapa penampilan untuk hiburan? Mungkin saja.

Aku terdiam duduk di salah satu bangku yang tak terpakai. Aku mencuri pandang ke arah Luhan sepertinya dia memang akan tampil. Aku melihatnya menari-nari, sepertinya aku tahu apa yang akan di tampilkannya. Dance, itukan keahliannya!

Luhan tampak berbeda saat ia meliukkan badannya dengan keren. Hei, aku tak pernah berpendapat sebelumnya bahwa Luhan adalah namja yang keren.

Aku segera mengalihkan pandanganku saat Luhan sepertinya menyadari tatapanku padanya. Aku menyibukkan diri dengan ponselku yang tadinya kubiarkan saja.

Beberapa menit berlalu…

Aku mendengar suara tepukan yang heboh. Dan aku menoleh ke arah Luhan tadi.

Dia tidak ada!

Dia sedang tampil!

Aku bisa sedikit mencuri pandang dengan celah yang cukup memadai untuk melihat e arah Luhan.

Luhan terlihat begitu berbeda

Dia

Keren sekaligus tampan.

Hei, pikiran apa ini???

Tiba-tiba musik berganti dan lagu kesukaanku berputar begitu saja. Aku bersorak kegirangan. Yah, sekarang aku yakin bahwa Luhan memiliki selera yang sama denganku.

Seperti terkontrol tubuhku mengikuti musik ini dan menggerakkan tangan dan kakiku sesuai gerakan dance lagu tersebut.

Aku tak bisa terhenti tersenyum. Aku menyukai ini. Menari dan tersenyum.

Musik tersebut berhenti dan tepukan heboh kembai terdengar. Aku tersenyum. Aku tahu tepukan itu untuk Luhan, bukan untukku yang menari di gudang bangku. Tapi, jauh didalam hatiku aku senang. Aku senang karena Luhan memutarkan lagu kesukaanku—mungkin juga karena itu lagu kesukaannya juga.

===

Sudah hampir di acara penutup. Sepertinya aku harus kembali berbaur dengan teman-temanku. Aku melihat mereka yang sibuk tertawa dan melirik siswa-siswa lainnya. Aku juga mencari seseorang. Seseorang yang membuatku beda beberapa menit yang lalu.

Xi Luhan.

Dimana dia?

Aku melihat Sangmin berjalan ke arahku.

“Kau tahu, Luhan benar-benar tadi. Aku tak menyangka ia sekeren itu!”

Aku tersenyum. Ya, dia memang keren sahutku dalam hati.

Aku kembali mencari sosok Luhan tapi, dia tetap tak ada. Sebenarnya kemana sih namja itu?

“Satu lagi. kau dan Luhan sangat cocok. Cocok sekali!”

Aku terperangah mendengar perkataan Sangmin selanjutnya. Cocok? Aku dan Luhan? Benarkah? Kenapa aku merasa sangat senang begini?

“MWO?? Tidak mungkin! Mungkin hanya karena kami satu fansclub bukan berarti cocok menjadi pasangan, kan?” ucapku mencoba sedikit jual mahal.

“Tetap saja, kalian berdua begitu mirip. Aku melihat dirimu saat Luhan tampil tadi!”

Perkataan Sangmin semakin membuatku melambung tinggi. Sebenarnya perasaan apa yang mengitariku hingga aku menjadi bahagia tak karuan seperti ini. Terutama dengan nama Luhan. Apa yang terjadi sebenaranya?

Sejujurnya.. aku senang saat Sangmin mengatakan aku dan Luhan cocok. Entahlah, karena apa. Aku belum bisa memastikan perasaan apa ini.

===

Aku berjalan dengan santai seperti biasa. Menikmati angin dan dalam kesepian juga termasuk dalam daftar hobiku. Tiba-tiba telingaku mendengar lagu kesukaanku.

Hei, ini sudah sore. Dan sekolah juga sepi. Darimana musik ini berasal?

Aku mengikuti asal musik tersebut dengan penasaran dan terkadang juga ikut bernyanyi saat bagian-bagian yang aku sukai terputar.

Ruangan penyimpanan bangku?

Aku rasa pendengaranku belum terlalu rusak dan aku yakin disinilah asal suara musik tersebut.

Aku melangkah dengan hati-hati dan membuka dengan cepat pintu tersebut

Dan—

Aku melihat Xi Luhan menari disana.

Luhan terkejut melihat kehadiranku. Aku juga terkejut. Ini pertama kalinya aku kembali mellihat Xi Luhan setelah acara tersebut sudah berlalu tingga minggu yang lalu.

“Mi..Mian” ucapku terbata-bata

Kulihat Luhan mengangguk lalu tersenyum ke arahku.

Dan, senyumannya begitu.. begitu menawan.

Astaga, sebenarnya apa sih yang terjadi padaku?

“Kau ingin menari bersamaku?” suara Luhan membuatku membatu seketika.

“Menari? Bersama?”

Dan rasanya detik itu aku ingin berteriak kesenangan.

THE END

Hai haiaiaia,, aku kembali menepati janji untuk membuat vignette atau fluf disaat-saat mas hiatus. Dan ini ceritanya ambruk banget ya?? Iyakan? Aigooo aku emang babo banget deh buat FF ada yang mau ajarin supaya FF aku keren??

Mian untuk keanehan yang ada di FF ini J

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s