My Fake Husband [5] Elope

request-quimbkee

Title : My Fake Husband [5] Elope || Author : Quimbkee|| Rate : PG-17 || Length : Series|| Genre : Family  Romance || Cast’s : Kim Taeyeon [GG],  Kim Jongin [EXO]|| Credit Poster : High School Graphics by Beatboxl ||  Disclaimer : Inspired by my own experience and the other things || Prev : [0,5] [1] [2] [3] [4]

**

Taeyeon memakai sepatu hitam tanpa haknya terburu-buru, melirik cermin sedikit untuk memastikan penampilannya sudah layak. Dia mengenakan blus putih dan blazer hitam dengan bawahan rok sepanjang lutut. Setidaknya layak untuk pergi ke pertemuan kantor, menurutnya.

Hari ini tepat hari dimana ia akan kembali bertemu dengan Park Jaebum. Sebelumnya mereka—Perusahaan tempat Taeyeon bekerja, sudah berjanji untuk bertemu di sebuah aula hotel terkenal di Busan.

“Aisshh, kenapa kau tidak membangunkanku lebih pagi, huh?” protes Jongin kesal ke arah Taeyeon yang sibuk berbenah diri. Taeyeon sedikit terkejut saat mendengar suara Jongin yang entah sejak kapan ada di belakangnya.

“Aku sudah membangunkanmu, tapi kau tidur seperti babi. Siapa suruh kau pulang larut malam? Lihat kantung matamu itu, seperti mata panda saja”

Jongin mendesis pelan. Sebenarnya, Jongin ingin mengikuti Taeyeon ke tempat pertemuan Taeyeon dengan Jaebum. Tapi, siapa sangka jika ia kesiangan dan tidak sempat untuk bersiap diri di saat Taeyeon sudah hampir 98 persen selesai berdandan. Ini memang tidak salah Taeyeon, Jongin tahu wanita itu sudah menggoyangkan tubuhnya beberapa detik sambil terus menerus menyebut namanya dengan teriakan yang cukup keras untuk membuat seorang pemanjat pohon jatuh dan meringis. Namun, mata Jongin tak pernah terbuka dan membiarkan wanita itu menggerutu seorang diri. Jongin masih mengantuk setelah semalaman ia pergi ke Seoul mengurus sesuatu yang berhubungan dengan perusahaannya sendiri.

“Aku pergi duluan. Aku tak akan mendapat citra buruk dihadapan Jiji Oppa hanya demi menunggu bocah sepertimu”

Taeyeon baru saja akan melangkahkan kakinya keluar apartemen, tetapi pergelangan tangannya tertarik dan membuat kepala wanita itu menoleh kebelakang, dan menemukan sosok Jongin yang masih tampak kacau, khas orang bangun tidur.

“Kau sudah berjanji untuk membantuku. Jadi, saat kau berhasil membawa Park Jaebum untuk bisa bertemu, hubungi aku. Ingat, jangan pernah menyebut nama asliku didepannya” Jongin berucap lalu melepaskan tangannya di pergelangan tangan Taeyeon setelah wanita itu menganggukkan ucapannya.

===

Taeyeon meremas tangannya dengan gelisah. Dia bukan gugup karena akan presentasikan hasil kerjanya didepan Jiyong. Presentasinya sudah berhasil. Sangat berhasil.  Jiyong bahkan memujinya berkali-kali dan dengan senang hati akan mengantarkan Taeyeon pulang. Namun, misinya bukan disitu. Membawa Park Jaebum untuk mau bertemu dengannya. Itu yang membuat Taeyeon takut setengah mati.

Taeyeon dapat melihat dari salah satu koridor berjalan beberapa orang berpakaian formal. Dan diantara orang itu ada orang yang di carinya, Park Jaebum. Taeyeon mencoba memberanikan diri sambil berjalan menuju Jaebum.

Taeyeon dapat melihat raut bingung dari wajah Jaebum karena pria itu tampak menyatukan kedua alis tebalnya dihadapan Taeyeon.

“Bukankah urusan kita sudah selesai, Nona?” Jaebum bersuara. Suara itu terdengar begitu berat dan mapan untuk seorang pria. Membuat Taeyeon sedikit ragu dengan perkataan Jongin bahwa Jaebum adalah pria paling pengecut di dunia. Jaebum memang tidak bersuara dengan keras saat rapat itu berlangsung. Ia hanya membisikkan kata-kata kepada asisten pribadinya pada hal yang menurutnya tak sesuai dengan idenya.

Taeyeon gugup “Bisakah kita bicara, hanya berdua?”

Jaebum melirik Taeyeon semakin berkerut. Pria itu menatap orang-oarng penting disekelilingnya, kemudian berkata “Apa kita memiliki urusan lain selain urusan pekerjaan?”

“Ada sesuatu yang harus aku ucapkan padamu. Aku tak bisa mengatakannya disini” tutur Taeyeon tampak biasa saja. Sepertinya ia harus mengambil khusus berakting sebelumnya agar Jaebum mudah yakin dengan setiap kebohongan yang ia lontarkan.

Jaebum menaikkan sebelah alisnya “Jadi, kau ingin membicarakannya dimana?”

“Bagaimana di restoran di sebelah kiri pantai Busan?”

“Baiklah, jam berapa? Kuharap jadwalnya tak bentrok dengan jadwalku sebelumnya” Jaebum mengetuk-ngetuk dagunya pelan.

Tersenyum. Satu-satunya ekspresi yang dapat Taeyeon ungkapkan. Mata Taeyeon tampak begitu berbinar. ‘Bocah, aku berhasil menolongmu, lagi’

===

Jongin gelisah ditempatnya. Matahari sedang merangkak menuju garis tengahnya. Suasana kota Busan bahkan tak begitu dingin dengan karena sinar sang surya itu terlampau hebat untuk mencairkan es.

Dan entah kenapa, suasana kota yang saat ini tengah tampak begitu sibuk dengan perayaan Natal yang sebentar lagi akan datang. Jongin menghembuskan napas kesal. Pria itu ingin sekali mengikuti Taeyeon untuk ikut ke pertemuan kerja tersebut, namun Taeyeon malah mengatakan bahwa ia tidak akan membiarkan Jongin untuk ikut bersamanya karena dikhawatirkan akan mengacaukan urusan kerjanya dan membuat Kwon Jiyong berhenti mendekatinya. Cih, memangnya apa hebatnya si Kwon Jiyong itu?

Jongin terkaget saat sebuah getaran yang berasal dari saku mantelnya membuatnya menarik sebuah ponsel yang terselip disana.

Taeyeon

Ada dua rasa yang bisa ditangkap Jongin. Rasa takut dan rasa pensaran. Dengan penuh tanda tanya, Jongin mengangkat panggilan tersebut.

“Taeyeon-a!”

“YAK! Kau harus berterimakasih padaku, bocah” sahut suara Taeyeon yang Jongin tangkap pasti dengan wajah yang sumringah, terdengar jelas dari nada suaranya yang sangat kegirangan.

Jongin tak bisa melepaskan senyumannya dan menjawab “Kau berhasil? Kau berhasil mengajak Park Jaebum?”

“Iya, aku berhasil. Dan kau tahu, aku setengah gemetar mendengar suaranya” lanjut Taeyeon lagi.

Jongin tertawa. Ia mencoba membayangkan ekspresi Taeyeon yang mencoba mengajak Jaebum. Hahaha… pasti wanita itu menunduk ketakutan dan tampak sangat seperti anak kecil. Menggelikan.

“Jadi, kapan dan dimana aku bisa bertemu dengannya, Kim Taeyeon?”

“Kau bisa bertemu dengannya di pantai Busan, ada sebuah restoran seafood disana. Dan, oh ya, ia hanya bisa bertemu pada pukul tujuh malam”

Jongin menggangguk mengerti “Jadi, aku bisa pergi menemuinya malam ini?”

Jongin dapat mendengar Taeyeon yang sepertinya sedang mengambil napas “Tidak, tapi dua hari lagi”

“Taeyeon!” panggil Jongin lembut. Sebelumnya Jongin tak pernah selembuat dan setulus ini berkata pada seorang Kim Taeyeo.

Agak ada jeda waktu yang lama bagi untuk menjawab panggilan tersebut. Jongin yakin, wanita itu pasti terheran dengan panggilan lembutnya tadi.

“A—apa?” suara Taeyeon pun terdengar aneh ditelinga Jongin

Jongin tersenyum “Gomawo”

Kembali. Lagi-lagi ada jeda waktu yang lama dari seberang telepon “Sama-sama, Kim Jongin”

===

“Wanita itu menelpon seseorang yang bernama Kim Jongin, Tuan” suara itu berasal dari seorang pria yang memiliki umur berkisar 45 tahunan dan mempunyai rambut tipis di pinggir kepalanya.

Pria yang dipanggil tuan itu bergeming dikursi kebesarannya. Matanya tampak begitu tajam memandang pria ajudannya itu. Ia bukan ingin memerhatikan penampilan pria tersebut, hanya saja ia tampak ingin si ajudan itu menjelaskan lebih lanjut dari informasi yang baru diucapkannya.

“Maksudmu?” dengan kening berkerut pria itu bertanya.

“Wanita itu saat keluar dari gedung pertemuan segera menuju tempat yang benar-benar sunyi. Dan sesaat kemudian aku lihat ia menelpon seseorang yang diakhir obralannya yang ditelpon aku ketahui bernama Kim Jongin”

Seperti ada sesuatu yang baru saja menusuknya dan sedikit menghantamnya Jaebum kembali bertanya. Nama Kim Jongin itu tidak asing lagi baginya.

“Apa yang mereka bicarakan?”

“Aku rasa tentang pertemuanmu dengan wanita itu. Aku kira kau akan dibertemukan dengan si Kim Jongin itu melalui perantara wanita yang bernama Kim Taeyon, wanita yang kau suruh aku untuk mengikutinya.”

Pikiran Jaebum mulai menjalar.

Kim Jongin. Ada yang aneh dengan nama itu. Tapi… apa?

Tiba-tiba pikirannya terbuka. Jaebum tak bisa lagi menahan ekspresi keterkejutannya itu dengan rahang yang terbuka lebar. Tidak mungkin itu Kim Jongin yang ia kenal sebagai saingannya dulu untuk mendapatkan Soyeon. Kim Jongin sahabat Soyeon. Tapi… apa hubungan Kim Taeyeon dengan Kim Jongin?

Kim Taeyeon. Kim Jongin. Apa hubungan mereka? Untuk apa mereka menemuiku?

Ah! Jaebum tahu!

Alasan Jongin ingin bertemu dengannya pasti untuk meminta maaf pada Soyeon, wanita yang ia campakan.

Tapi..

Alasan Kim Taeyeon untuk mempertemukannya dengan Jongin masih belum bisa terkuak.

“Hubungi Kim Taeyeon dan katakan padanya aku bisa bertemu dengannya beso diwaktu dan tempat yang sama” suara dengan nada memerintah itu membuat ajudan Jaebum sedikit terkejut.

“Baik”

Dengan segera ajudan itu beranjak dari duduknya. Namun, suara Jaebum kembali membuatnya menoleh.

“Dan satu lagi, aku ingin banyak bodyguard yang menyamar saat pertemuan itu berlangsung”

Ajudan itu mengangguk dan pergi keluar ruangan megah tersebut.

Jaebum tersenyum sinis “Bermain-main dengan bocah itu sepertinya tidak buruk” gumamnya seorang diri.

===

Jongin menatap makanannya dengan bosan. Sup rumput laut yang biasanya hanya ada disaat perayaan ulang tahun ataupun acara spesial lainnya telah ia buat dengan jerih payahnya sendiri. Bermodal internet, Jongin rela menghabiskan waktu berjam-jamnya di dapur demi membuat sup rumput laut untuk….errr bagaimana menyebutnya, ya. Jongin terlalu gengsi untuk sekedar mengatakan bahwa itu untuk Taeyeon.

Suara pintu menyadarkan Jongin dari lamunannya. Ia mendapati sosok Taeyeon dengan wajah lelah dan penuh raut juga dalam satu waktu.

“YAK! Kenapa kau lama sekali pulang?” tanya Jongin dengan nada yang cukup lumayan keras. Sambil berdiri dari bangkunya dan berkacak pinggang dihadapan Taeyeon.

Wajah Taeyeon bingung seketika “Ada apa denganmu?”

“Apa kau tak tahu ini jam berapa, huh?”

Taeyeon melirik arlojinya sekilas lalu menatap Jongin yang entah kenapa terlihat aneh. Bukankah siang tadi ia berkata lembut di telpon? Lalu, apakah ia harus menjadi sosok pemarah malam harinya?

“Ini masih jam sembilan malam, Bocah. Dan itu waktu yang pas untuk pulang dari acara kencan, kan?” dengan malas Taeyeon menjawab.

Jongin mendengus singkat “Kau itu belum sepenuhnya menjadi kekasih Kwon Jiyong itu, dan apa kau sebut barusan? Berkencan?” cibir Jongin

“YAK! Bocah!” Taeyeon tak dapat lagi menahan rasa kesalnya yang mulai meningkat dengan ulah Jongin.

Taeyeon mencoba tak memperpanjang perdebatannya dengan Jongin. Wanita itu berjalan ke belakang dan melirik sebuah hidangan sederhana telah tersaji manis di meja makan.

Jongin yang tahu bahwa Taeyeon yang terkeju melihat hidangan mencoba tak peduli.

“Jongin-a” seru Taeyeon kemudian lalu menatap Jongin penuh tanya

Jongin ingin membalas tatapan Taeyeon itu. Namun, ia saat ini sedang kesal dengan Taeyeon dan tak mungkin dengan mudah untuk menatap Taeyeon.

“Jongin-a, kau yang menyiapkan ini?” tanya Taeyeon hati-hati.

“Menurutmu?”

Taeyeon tersenyum singkat “Apa kau berulang tahun?”

Jongin menatap Taeyeon malas-malasan “Bukan, ini aku persiapkan untuk—mu”

“Benarkah? Dalam rangka?” kali ini Taeyeon benar-benar tak bisa lagi menyembunyikan senyum meronanya.

“Kau sudah mau membantuku” jawab Jongin singkat.

Senyum Taeyeon makin merekah “Sebenarnya, aku sudah makan malam bersama Jiji Oppa. Tapi… karena kau yang menyiapkan ini untukku rasanya perutku kembali lapar”

Taeyeon segera mengambil posisi duduk dan mengambil semangkuk besar sup rumput laut buatan Jongin lalu menyuapkannya seperti orang kelaparan.

Jongin terkekeh melihat Taeyeon. satu yang dapat Jongin tarik dari tingkah Taeyeon. dia wanita yang baik hati. Terbukti, ia mau memakan sup buatannya disaat perutnya sudah diisi seblumnya beberapa jam yang lalu—mungkin.

“Kau benar-benar enak membuatnya. Aku akan belajar padamu, Jongin” sahut Taeyeon disela-sela makannya.

Jongin hanya terdiam dan memerhatikan Taeyeon lebih dekat dengan mata hazel yang dimilikinya.

Tak pernah Jongin sadari bahwa mata Taeyeon berwarna kecoklatan dan lingkaran zamrud hijau didalamnya. Manik yang indah.  Selain itu kulitnya terlihat lebih pucat dan tulang coller bones terlihat jelas. Dan jari-jari tangannya begitu kecil.

“Kau ternyata sangat cantik” sahut Jongin tiba-tiba yang membuat Taeyeon sedikit tersedak mendengarnya.

Jongin terkekeh melihat reaksi yang dikeluarkan oleh Taeyeon. ia dapt melihat Taeyeon bergegas mengahbiskan minumannya.

“Reaksimu berlebihan sekali. Apa sebelumnya tak ada pria yang mengatakan kau itu canti?” tanya Jongin kembali iseng.

Taeyeon menatap tajam Jongin “Aku bukan tersedak karena ucapanmu, bocah. Dan kau harus mencatatnya dalam otakmu bahwa sangat banyak pria yang mengatakan aku ini cantik” Taeyeon berbohong. Ia memang tersedak karena ucapan mengejutkan Jongin tersebut dan entah kenapa ada rasa panas yang menjalar dipipinya.

“Oh ya? Bisa kau sebutkan siapa saja pria yang  mengatakan bahwa kau cantik, huh?”

Taeyeon menggigit bibir bawahnya “Nama mereka—“

“Kau tak bisa menjawabnya, kan? Potong Jongin cepat.

“Nama—“

Obrolan itu terputus saat ponsel Taeyeon berdering.

Sebuah pesan singkat baru saja masuk.

‘Aku rasa kita bisa bertemu besok diwaktu dan tempat yang sama. Aku menunggumu. Park Jaebum’

Taeyeon mengerutkan keningnya dan tersadar di detik berikutnya ia tersenyum.

“Dari siapa?” tanya Jongin

“Kau bisa bertemu dengan Park Jaebum besok malam. Ia baru saja memberiku pesan”

Jongin tampak berpikir. Ia menangkap ada sesuatu yang aneh dalam pesan singkat Jaebum. Ada hal yang ganjil.

“Apa yang kau pikirkan?” tanya Taeyeon saat Jongin terdiam seperti memikikan sesuatu.

Jongin terkesiap, mencoba menghilangkan pikiran tersebut. “Tidak ada. Bukan sesuatu yang penting”

Taeyeon mengangguk. Lalu tampak sangat jelas wanita itu ingin kembali berucap tapi ada sesuatu yang ingin diutarakannya. “Hm… Jongin, omong-omong perkataanmu tadi itu jujur?”

Jongin bingung “Perkataan? Yang mana?”

“Sudahlah, lupakan saja” Taeyeon bangkit dari duduknya setelah menghabiskan satu mangkuk penuh sup rumput laut.

Jongin melihat Taeyeon yang pergi masuk kekamarnya, mencoba mengingat perkataanmu yang di maksud Taeyeon. detik berikutnya, Jongin menarik kedua sudut bibirnya kesamping membentuk lengkungan.

Sebelum Taeyeon benar-benar masuk ke kamarnya, Jongin berseru “Aku jujur. Kau memang cantik”

Taeyeon terdiam lalu merasakan hawa panas di pipinya. Ada apa ini?

===

TBC

Annyeong chingudeul~ selamat menempuh hidup baru di tahun 2014. Daaaann,,, sebagai pembukaan di awal tahun, aku membawa FF My Fake Husband 5. Udah gak terasa kalo aku udah tenggelam di duni FF ini selama setahun lebih beberapa hari, ternyata waktu bentar banget ya? Oke kembali kecerita. Konflik berat akan datang kepada Jongin *hahahha* rasain lu kkamjjong! Emang sih rencananya aku mau bikin FF ini dan Forever Wishes dengan konflik yang ‘berat’. Aku mau coba buat cerita yang make a sense gitu…hehehe. pengen banget bikin cerita  yang fokusnya bukan hanya di cinta-cintaan, tapi juga mau bikin sebuah perjuangan dan semoga aja berhasil. Untuk Romantic scene baru deh cerita series yang ringan hanya mengisahkan kisah cinta semata. Waduh, sepertinya isengan aku bisa ngalahin FF yang hanya 2000 kata ini. Yaudah deh, segini aja dulu. Ohya satu lagi, rencananya aku mau ambil cuti alias HIATUS dalam waktu dekat. Ada yang keberatan??? Heheh. With Love, Quimbkee

Advertisements

3 thoughts on “My Fake Husband [5] Elope

  1. New reader is here! ^^
    Penasaran konflik2nya waktu jaebum sama kai ketemu, trus waktu soyeon ke busan kai nya gimanaa, jiyongnya juga gimana waktu soyeon ke busan. So Complicated. Next chap ditunggu ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s